MENAHAN
RINDU
Lha
TARZAN…hummmm…”ada apa dengan tarzan”
Dengan
wajah lesu aku mengendarai sepeda motorku. Sakit…sungguh sakit hati. Aku bingun
apa sebabnya aku menjadi sakit hati seperti ini.
Aku melihat
keatas langit, melihat gemerlipan bintang, terangnya cahaya bulan. Aku sempat
dikejutkan dengan hantaman meteor yang hamper menabrakku. Ahhhh !!!...aku
terkejut ..eh ternyata lampu sebuah truk…kalo tau truk, aku ngga’ ngelak. Hehehee..
Telah lama
tidak mendengar kabar beritanya, jangankan telponan, sms aja udah di Of. Sulit,
amat teramat sulit menerima kenyataan ini, tapi apakan daya, ini fakta ko’,,,beneran
terjadi. Biar aku berteriak sekencang
kencangnya, merengek dan menangis sekuat-kuatnya dan berlari secepat-cepatnya,
namun itu semua tidak mungkin mengendalikan kondisiku sekarang ini. Ah masa’
sih….bener. benar-benar sakit sekarang.
Aku kangen,
pengen menemuimu. Tapi apa mungkin bisa dengan jauhnya jarak seperti sekarang
aku bisa menemuimu,,,ku toleransih Dech…aku ingin menelponmu….emm ngg’ mungkin
juga kali, aku pake’ telkomsel, nelpon mahal abis..boke’ jadinya Ji…aku pengen
sms..tapi jari ketulusanku tidak mungkin melakukan semua itu, karena kita
berjanji tidak akan melakukan hal itu. dengan seringnya berhubungan lewat sms,
aku takut kita akan melanggar janji-janji kita yang telah tertulis
dihadapan-Nya.
Aku bingung,
kemana aku harus berlari…aku mencoba berlari ke hutan,,eh dihutan ada tarzan. Aku
mencoba berlari kepantai, dipantai juga banyak tarzan, lalu yang terakhir aku
putuskan untuk berlari ke moll… dan dimol aku bertemu dengan satpam yang
namanya tarza… aku berteriak Lha TARZAANNN…. Lalu aku kini tersenyum, apakah
cinta kita tetap ada seperti tetapnya aku bertemu tarzan dimana-mana..
Ah ngg’
lah… aku ya aku. Dan kamu ya kamu,,,begitu juga tarzan…tarzan ya tarzan. Biarkan
semua berjalan dengan sendirinya, toh jika udah nyampai dipuncak PASTI ketemu
juga.